Amanda Manopo Hadapi Insecure
Masa kehamilan membawa perubahan besar dalam kehidupan Amanda Manopo. Di tengah kebahagiaan menyambut kehadiran buah hati, aktris tersebut juga menghadapi tantangan baru, terutama terkait perubahan fisik dan kondisi emosional yang memengaruhi rasa percaya dirinya.
Dalam perbincangan di kanal podcast milik Sara Wijayanto, Amanda secara terbuka mengungkapkan bahwa berat badannya mengalami kenaikan signifikan selama masa kehamilan. Ia menyebut angka kenaikan tersebut mencapai 26 kilogram, yang secara langsung berdampak pada penampilan dan aktivitas sehari-hari.
“Berat badan aku naik sekitar 26 kilogram. Otomatis banyak yang berubah, termasuk ukuran pakaian,” ujarnya.
Perubahan tersebut paling terasa saat memasuki trimester ketiga. Amanda mengaku harus beradaptasi dengan ukuran pakaian yang sebelumnya tidak pernah ia gunakan. “Yang dulu pakai ukuran S atau M, sekarang harus pakai XL,” kata dia, menggambarkan pergeseran drastis dalam kondisi tubuhnya.
Tak hanya soal pakaian, perubahan fisik juga memengaruhi kenyamanan dalam beraktivitas. Amanda menyebut dirinya kini kesulitan menggunakan sepatu seperti sebelumnya dan hanya mengandalkan sandal jepit untuk kegiatan sehari-hari.
“Sepatu sudah tidak ada yang muat. Jadi ke mana-mana hanya pakai sandal jepit,” tuturnya.
Kondisi tersebut sempat memicu rasa tidak percaya diri, terutama ketika ia melihat refleksi dirinya di cermin. Namun, Amanda tidak menutup-nutupi perasaan tersebut dan memilih untuk jujur terhadap apa yang ia alami selama kehamilan.
Selain perubahan fisik, ia juga merasakan fluktuasi emosi yang cukup signifikan. Amanda mengaku menjadi lebih sensitif dan mudah tersentuh oleh hal-hal sederhana.
“Sekarang lebih emosional. Hal kecil saja bisa bikin menangis,” ungkapnya.
Meski demikian, Amanda memahami bahwa kondisi tersebut merupakan bagian dari proses alami yang dialami banyak ibu hamil. Ia berusaha menerima perubahan tersebut sebagai fase yang harus dijalani dengan kesadaran dan kesiapan mental.
Dukungan dari sang suami, Kenny Austin, menjadi faktor penting yang membantunya tetap kuat menghadapi masa-masa tersebut. Kehadiran pasangan dinilai memberikan rasa aman sekaligus memperkuat kondisi psikologisnya di tengah berbagai perubahan.
“Dengan dukungan suami, aku jadi lebih kuat menjalani semuanya,” kata Amanda.





