Menkeu Klarifikasi Motor Listrik MBG, Ternyata Anggaran Lama

Purbaya Yudhi Sadewa.

Menteri Keuangan Purbaya akhirnya memberikan penjelasan terkait polemik ribuan motor listrik yang dikaitkan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Klarifikasi ini disampaikan setelah ia berkomunikasi langsung dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana.

Purbaya menyebut telah memperoleh gambaran utuh mengenai pengadaan kendaraan operasional tersebut. Ia menegaskan, informasi yang beredar di publik sebelumnya tidak sepenuhnya menggambarkan kondisi sebenarnya.

Sebelumnya, Dadan mengungkapkan posisi terkini sebanyak 21.801 unit motor listrik yang sempat direncanakan untuk mendukung operasional program MBG. Ribuan unit tersebut, kata dia, saat ini masih berada di gudang distributor dan belum digunakan.

“Sekarang di gudang distributor,” ujar Dadan saat memberikan keterangan.

Menurut Purbaya, pengadaan motor listrik tersebut memang pernah masuk dalam rencana program, namun berasal dari perencanaan anggaran tahun sebelumnya. Hal ini yang kerap disalahartikan sebagai pengadaan baru oleh masyarakat.

Ia menegaskan bahwa tidak ada pembelian motor listrik baru dalam anggaran tahun berjalan. Seluruh proses yang terjadi saat ini merupakan bagian dari realisasi lama yang sudah terlanjur berjalan.

“Saya tadi tanya ke Kepala BGN. Tapi nanti Anda cek lagi ke dia, ya. Dia bilang itu memang anggaran tahun lalu yang sudah sempat terlanjur keluar. Tapi yang tahun ini, dia konfirmasi tidak ada pembelian motor listrik baru untuk program,” kata Purbaya, Jumat (10/4/2026).

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa tidak seluruh rencana pengadaan direalisasikan. Sebagian unit sudah terlanjur diproses, sementara sisanya dibatalkan sebagai bentuk penyesuaian kebijakan.

“Sebagian yang sudah keluar, ya sudah. Tapi sebagian sisanya ditolak. Jadi dibatasi,” ujarnya.

Di sisi lain, Dadan juga meluruskan kabar yang sempat viral terkait jumlah pengadaan motor listrik. Ia menegaskan bahwa angka 70.000 unit yang beredar di publik tidak benar dan tidak sesuai dengan data aktual.

Menurutnya, jumlah yang benar jauh lebih kecil dan telah melalui proses evaluasi internal. Klarifikasi ini diharapkan dapat meredam polemik serta meluruskan persepsi publik terhadap program MBG.

Tutup