Israel Klaim Tak Targetkan Sipil, Evakuasi Diperintahkan

Bendera Israel

Militer Israel mengeluarkan peringatan evakuasi bagi warga sipil yang tinggal di sejumlah kawasan pinggiran selatan Beirut, Lebanon. Instruksi ini disampaikan menjelang rencana operasi lanjutan yang disebut menyasar infrastruktur militer milik kelompok Hezbollah.

Juru bicara Israel Defense Forces, Avichay Adraee, menyatakan bahwa langkah tersebut diambil sebagai upaya meminimalkan risiko terhadap warga sipil di tengah meningkatnya aktivitas militer di wilayah tersebut.

Dalam pernyataannya, Adraee menegaskan bahwa pihaknya tidak menargetkan penduduk sipil. Namun demikian, ia meminta masyarakat yang berada di area terdampak untuk segera meninggalkan lokasi demi keselamatan.

Sejumlah wilayah yang termasuk dalam peringatan evakuasi antara lain Haret Hreik, Ghobeiry, Al-Lilaki, Hadath, Borj el-Barajneh, Tahwitat al-Ghadir, Shiyyah, hingga Al-Janah. Kawasan-kawasan ini dikenal sebagai bagian dari wilayah padat penduduk di selatan Beirut.

Peringatan tersebut mengindikasikan potensi peningkatan intensitas operasi militer di ibu kota Lebanon. Situasi ini menambah kekhawatiran akan meluasnya dampak konflik ke kawasan perkotaan yang selama ini menjadi pusat aktivitas sipil.

Di sisi lain, keputusan evakuasi massal dalam waktu singkat berisiko memicu gelombang perpindahan penduduk secara besar-besaran di dalam kota. Ribuan warga diperkirakan harus meninggalkan tempat tinggal mereka tanpa persiapan memadai.

Kondisi ini diperparah oleh keterbatasan fasilitas penampungan serta akses bantuan kemanusiaan yang belum sepenuhnya menjangkau seluruh wilayah terdampak. Situasi tersebut berpotensi meningkatkan kerentanan kelompok sipil, terutama perempuan, anak-anak, dan lansia.

Tutup