Perang Memanas, Iran Janjikan Imbalan untuk Cari Pilot AS
Pemerintah Iran mengeluarkan imbauan tidak biasa kepada warganya dengan meminta partisipasi dalam pencarian pilot militer Amerika Serikat yang dilaporkan jatuh di wilayah Iran. Bahkan, otoritas setempat menjanjikan imbalan besar bagi siapa pun yang berhasil menemukan dan menyerahkan pilot tersebut dalam kondisi hidup.
Imbauan tersebut disampaikan melalui siaran resmi Islamic Republic of Iran Broadcasting. Dalam tayangan itu, seorang pembawa berita menyatakan bahwa warga yang berkontribusi akan mendapatkan penghargaan bernilai tinggi.
“Jika Anda menangkap dan menyerahkan pilot musuh dalam keadaan hidup kepada aparat, Anda akan menerima hadiah yang bernilai,” demikian pernyataan yang disiarkan.
Laporan dari kantor berita semi-resmi Iranian Students’ News Agency menyebutkan bahwa Gubernur Provinsi Kohgiluyeh dan Boyer-Ahmad menjanjikan imbalan hingga 10 miliar toman, atau setara sekitar Rp1,2 miliar.
Langkah ini muncul setelah Iran mengklaim telah menembak jatuh dua pesawat tempur milik AS dalam eskalasi konflik terbaru di kawasan. Salah satu insiden disebut terjadi di wilayah barat daya Iran, sementara lainnya dilaporkan jatuh di sekitar Selat Hormuz.
Juru bicara Markas Besar Khatam al-Anbiya menyatakan sistem pertahanan udara Iran berhasil menghancurkan jet tempur F-15 milik AS. Tak lama berselang, Iran juga mengklaim telah menembak pesawat serang A-10 yang kemudian jatuh ke perairan Teluk.
Namun, sejumlah laporan media internasional memberikan gambaran berbeda. Mengutip laporan Al Jazeera dan The New York Times, pilot A-10 disebut berhasil selamat, sementara nasib kru F-15 masih belum sepenuhnya jelas.
Media AS bahkan melaporkan satu anggota kru F-15 telah ditemukan dan dievakuasi, sedangkan satu lainnya masih dalam proses pencarian.
Perbedaan informasi ini menunjukkan kuatnya perang narasi yang menyertai konflik militer antara kedua negara. Klaim dan bantahan yang saling bertolak belakang membuat situasi semakin sulit diverifikasi secara independen.
Di tengah eskalasi yang terus meningkat, keterlibatan warga sipil dalam pencarian pilot asing juga memunculkan kekhawatiran baru terkait potensi pelanggaran hukum internasional dan risiko keselamatan.
Perkembangan ini semakin mempertegas bahwa konflik Iran-AS tidak hanya berlangsung di medan tempur, tetapi juga merambah ke ranah psikologis dan propaganda publik, dengan dampak luas terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah.





