AS Bantah Klaim Iran Soal Pilot Jatuh di Qeshm
Laporan terkait jatuhnya jet tempur dan hilangnya pilot milik Amerika Serikat di wilayah Iran masih diliputi ketidakpastian setelah muncul klaim yang saling bertentangan dari kedua pihak.
Kantor berita Tasnim News Agency, yang diketahui berafiliasi dengan Islamic Revolutionary Guard Corps, melaporkan bahwa militer AS tengah melakukan operasi pencarian intensif terhadap seorang pilot yang diduga jatuh setelah jet tempurnya ditembak di wilayah Iran.
Dalam laporan tersebut, disebutkan bahwa operasi pencarian melibatkan pengerahan helikopter, pesawat tempur, serta drone pengintai untuk menyisir lokasi yang diduga menjadi titik jatuhnya pesawat.
Namun, klaim tersebut langsung dibantah oleh United States Central Command. Dalam pernyataan resminya pada Kamis pagi, CENTCOM menegaskan tidak ada jet tempur AS yang ditembak jatuh di atas Pulau Qeshm, sebuah wilayah strategis di Selat Hormuz.
“Tidak ada laporan yang mengonfirmasi kejadian tersebut,” demikian pernyataan singkat CENTCOM.
Meski demikian, belum dapat dipastikan apakah bantahan tersebut secara spesifik merujuk pada laporan terbaru dari pihak Iran atau hanya merespons informasi sebelumnya yang telah beredar.
Di tengah ketidakjelasan ini, media pemerintah Iran turut memperkeruh situasi dengan menyebut adanya imbalan bagi siapa pun yang berhasil menangkap pilot tersebut dalam kondisi hidup. Pernyataan tersebut disampaikan oleh seorang pembaca berita televisi nasional, meski tanpa rincian lebih lanjut.
Hingga saat ini, seluruh klaim yang beredar belum dapat diverifikasi secara independen. Minimnya akses informasi di wilayah konflik serta cepatnya arus propaganda membuat kebenaran faktual menjadi sulit dipastikan.





