Program MBG Diperluas, Daerah Stunting Dapat Jatah 6 Hari
Pemerintah terus mematangkan implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak-anak sekolah sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia. Kebijakan ini kembali ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Tingkat Atas (Rakortas) yang digelar secara virtual bersama Presiden Prabowo Subianto pada Sabtu (28/3).
Dalam skema umum yang disusun pemerintah, program MBG akan mengikuti pola hari belajar siswa. Artinya, anak-anak yang bersekolah lima hari dalam sepekan akan menerima asupan makanan bergizi sesuai dengan hari aktif sekolah mereka.
Namun, pemerintah menyiapkan kebijakan khusus untuk wilayah dengan tantangan gizi yang lebih kompleks. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menyatakan bahwa daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), serta wilayah dengan tingkat stunting tinggi, akan mendapatkan distribusi MBG selama enam hari dalam sepekan.
“Pemberian MBG hingga hari Sabtu di daerah berisiko tinggi stunting merupakan langkah strategis untuk memastikan anak-anak tetap mendapatkan asupan gizi yang cukup secara berkelanjutan,” ujar Dadan dalam keterangan resminya, Minggu (29/3).
Menurutnya, kebijakan afirmatif ini menjadi bagian penting dalam menekan angka stunting, terutama di wilayah yang selama ini menghadapi keterbatasan akses terhadap pangan bergizi. Dengan penambahan satu hari distribusi, pemerintah berharap intervensi gizi dapat berlangsung lebih optimal.
Meski demikian, Dadan menegaskan bahwa implementasi kebijakan tersebut harus didukung dengan pendataan yang akurat dan terukur. Pemerintah akan memprioritaskan wilayah berdasarkan indikator yang jelas agar program tepat sasaran.
Sebagai dasar penentuan, pemerintah mengacu pada data terbaru dari Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 yang disusun oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Data tersebut menjadi rujukan utama dalam memetakan daerah dengan prevalensi stunting tinggi, khususnya di kawasan Indonesia bagian timur.
Dengan pendekatan berbasis data ini, pemerintah menargetkan program MBG tidak hanya berjalan secara luas, tetapi juga memberikan dampak signifikan dalam menurunkan angka kekurangan gizi pada anak.
Kebijakan ini sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat fondasi kesehatan generasi muda, di tengah upaya jangka panjang meningkatkan kualitas pembangunan manusia di Indonesia.






