Dua Bulan Ditinggal Lula Lahfah
Dua bulan setelah kepergian selebgram Lula Lahfah, duka mendalam masih menyelimuti kehidupan Reza Arap. Namun, di tengah kesedihan tersebut, musisi sekaligus kreator konten itu mulai menunjukkan tanda-tanda bangkit dan berdamai dengan kehilangan yang ia alami.
Melalui unggahan di media sosial, Arap akhirnya membuka suara mengenai perasaannya yang selama ini dipendam. Ia mengaku membutuhkan waktu untuk mengolah emosi sebelum membagikan kenangan tentang sosok yang pernah mengisi hidupnya.
“Maaf aku belum pernah posting apa pun tentang kamu… aku cuma mau memperlihatkan kepada dunia salah satu jiwa paling murni yang pernah aku temui,” tulis Arap dalam unggahannya.
Ia menggambarkan hari-hari pascakehilangan sebagai fase yang penuh kehampaan. Dalam pengakuannya, Arap bahkan mengaku sering berbicara dengan dirinya sendiri maupun benda-benda di sekitarnya sebagai cara untuk mengatasi kesepian yang mendalam.
“Di sini terlalu bising namun juga terlalu sunyi. Aku menghabiskan hari-hari berbicara pada diriku sendiri…,” ungkapnya, menggambarkan kondisi psikologis yang ia alami.
Lebih jauh, Arap menyebut pengalaman kehilangan ini telah meruntuhkan ego dan mengubah cara pandangnya terhadap hidup. Ia mengaku sempat berada di titik terendah, hingga melakukan hal-hal yang sebelumnya tak pernah ia bayangkan, termasuk menangis dan berdoa.
“Ego-ku hancur,” tulisnya singkat, namun sarat makna.
Meski diliputi kesedihan, Arap tetap mengenang hubungan mereka sebagai sesuatu yang berharga. Ia menyampaikan rasa terima kasih atas cinta dan kebersamaan yang pernah terjalin, meskipun diakuinya hubungan tersebut tidak sempurna.
“Terima kasih… kita sama-sama pernah merasa mencintai dan dicintai secara ugal-ugalan,” ujarnya.
Dalam bagian paling emosional, Arap meminta izin untuk melanjutkan hidupnya, sebagaimana pesan yang pernah disampaikan oleh mendiang Lula semasa hidupnya. Ia menegaskan komitmennya untuk mencoba bangkit dan menjalani kehidupan dengan lebih baik.
“Izin move on with my life ya, sayang… aku udah janji akan kurangin ngeluh,” tulisnya.
Unggahan tersebut pun menuai beragam respons dari warganet. Banyak yang memberikan dukungan serta doa, sekaligus mengapresiasi keberanian Arap dalam mengekspresikan duka secara terbuka.
Momen ini menjadi refleksi bahwa proses berduka setiap individu memiliki cara dan waktunya masing-masing. Bagi Arap, perjalanan menuju pemulihan bukanlah tentang melupakan, melainkan belajar menerima dan melanjutkan hidup dengan kenangan yang tetap tersimpan.





