Ghalibaf Singgung Netanyahu dalam Peringatan ke AS

Ghalibaf

Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah muncul peringatan keras dari pimpinan parlemen Iran terkait potensi eskalasi militer di kawasan.

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan bahwa negaranya tidak akan tinggal diam terhadap tekanan eksternal. Ia memperingatkan Washington agar tidak meremehkan kesiapan Teheran dalam mempertahankan kedaulatan wilayahnya.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah mencuatnya laporan yang menyebut pemerintahan Donald Trump tengah mempertimbangkan Ghalibaf sebagai salah satu figur kunci dalam skenario komunikasi politik ke depan.

Laporan yang dikutip dari Politico dan dilansir Reuters menyebut Gedung Putih sedang mengkaji sejumlah tokoh berpengaruh di Iran sebagai bagian dari pendekatan diplomasi alternatif.

Namun di sisi lain, Ghalibaf justru merespons dengan nada konfrontatif setelah beredar kabar mengenai rencana penguatan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Ia menyatakan bahwa setiap pergerakan militer Washington terus dipantau secara intensif oleh Iran, terutama terkait penempatan pasukan tambahan yang dinilai dapat memicu ketegangan lebih lanjut.

“Kami mengawasi semua pergerakan mereka. Apa yang dirusak para jenderal tidak akan bisa diperbaiki oleh tentara,” ujarnya.

Dalam pernyataannya, Ghalibaf juga menyinggung peran Benjamin Netanyahu, yang menurutnya berkontribusi terhadap meningkatnya ketegangan di kawasan.

“Jangan uji tekad kami untuk mempertahankan tanah air,” tegasnya menambahkan.

Sementara itu, laporan dari Pentagon menyebutkan bahwa Washington tengah menyiapkan pengerahan pasukan tambahan sebagai bagian dari langkah antisipatif.

Unit yang disiapkan berasal dari Divisi Lintas Udara ke-82, pasukan elite yang dikenal memiliki kemampuan mobilisasi cepat. Ribuan personel disebut siap diterjunkan, dengan sebagian pasukan diperkirakan dapat tiba dalam waktu singkat untuk merespons situasi darurat.

Tutup