Arus Balik Pantura Kabupaten Bekasi Mulai Ramai

Berdasarkan pantauan, kemacetan di Simpang SGC disebabkan oleh pasar tumpah yang meluber hingga ke badan jalan, menghambat laju kendaraan di jalur utama arus balik. Selain itu, volume kendaraan yang masih tinggi turut berkontribusi terhadap kepadatan di kawasan tersebut.

Pergerakan arus balik Lebaran 2026 di Jalur Pantura wilayah Kabupaten Bekasi mulai meningkat, meski belum mencapai puncaknya. Sejumlah pemudik memilih kembali lebih awal ke kawasan Jabodetabek untuk menghindari kepadatan lalu lintas yang diprediksi terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Pantauan di sejumlah ruas utama menunjukkan volume kendaraan mengalami kenaikan, namun arus lalu lintas masih terpantau lancar dan terkendali. Strategi pulang lebih awal tampaknya dimanfaatkan banyak pemudik agar perjalanan lebih nyaman sekaligus memberi waktu persiapan sebelum kembali beraktivitas.

Salah satu pemudik, Heri (35), mengaku perjalanan arus balik tahun ini jauh lebih lancar dibandingkan saat mudik. Ia menyebut perjalanan dari Sumedang menuju Bekasi hanya memakan waktu sekitar lima jam.

“Waktu mudik kemarin macetnya parah di beberapa titik. Tapi sekarang lebih lancar. Lima jam sudah sampai sini,” ujarnya saat ditemui di jalur arteri Teuku Umar, Cikarang Barat, Selasa (24/3).

Menurut Heri, keputusan pulang lebih awal diambil untuk menghindari puncak arus balik yang biasanya dipadati kendaraan. Selain itu, ia juga harus bersiap kembali bekerja usai libur Lebaran.

“Saya pulang lebih cepat supaya nggak kena puncak arus balik. Besok sudah mulai kerja, jadi harus siap-siap dari sekarang,” katanya.

Fenomena serupa terlihat di berbagai titik sepanjang Jalur Pantura. Banyak pemudik memilih waktu kembali yang lebih fleksibel guna menghindari antrean panjang dan kemacetan.

Di sisi lain, aparat kepolisian bersama instansi terkait terus meningkatkan kesiapsiagaan. Pengaturan lalu lintas hingga penempatan personel di titik rawan telah dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan saat puncak arus balik.

Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga kelancaran perjalanan, sekaligus memberikan rasa aman bagi para pemudik yang kembali ke kota tujuan.

Tutup