Situasi mencekam melanda wilayah Israel setelah serangan rudal yang diduga diluncurkan dari Iran menghantam sejumlah titik, termasuk kawasan permukiman dan fasilitas publik di Ramat Gan, wilayah timur Tel Aviv.
Insiden terjadi pada Rabu dini hari (18/3/2026), ketika sebuah proyektil menghantam bangunan apartemen dan menyebabkan kerusakan berat pada struktur bangunan.
Seorang saksi mata menggambarkan ledakan yang terjadi sangat kuat hingga merobek bagian atas bangunan dan meninggalkan lubang besar di langit-langit.
“Ledakannya sangat keras, kami langsung panik dan berusaha keluar dari gedung,” ujar salah satu warga yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Dampak serangan tidak hanya dirasakan di area permukiman. Pihak militer Israel juga merilis rekaman yang menunjukkan kerusakan pada fasilitas transportasi, termasuk stasiun kereta api di wilayah tengah.
Serpihan rudal dilaporkan jatuh di beberapa titik kota, memicu kebakaran di sejumlah area, termasuk tempat parkir kendaraan.
Petugas tanggap darurat segera dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman api sekaligus mengevakuasi korban dari reruntuhan bangunan yang terdampak.
Hingga saat ini, sedikitnya dua orang dilaporkan meninggal dunia, sementara sejumlah lainnya mengalami luka-luka dan telah mendapatkan penanganan medis.
Pemerintah setempat mengonfirmasi bahwa setidaknya lima lokasi di wilayah Ramat Gan mengalami dampak langsung dari serangan tersebut.
Proses evakuasi dan pendataan korban masih terus berlangsung, seiring upaya petugas memastikan tidak ada warga yang terjebak di dalam bangunan.
Serangan ini semakin memperuncing ketegangan antara Iran dan Israel, yang dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan eskalasi konflik yang meningkat.
Pengamat menilai, situasi ini berpotensi memicu konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah jika tidak segera diredam melalui jalur diplomasi.




