Kabar duka datang dari dunia sepak bola nasional. Mantan Manajer Persija Jakarta, Harianto Badjoeri, meninggal dunia pada Minggu (22/2/2026).
Harianto mengembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan. Informasi wafatnya diumumkan secara resmi oleh manajemen Persija sehari kemudian, Senin (23/2/2026).
“Seluruh keluarga besar Persija mengucapkan bela sungkawa sedalam-dalamnya atas berpulangnya mantan Manajer Persija, Bapak Harianto Badjoeri. Mari sejenak kita panjatkan doa terbaik untuk almarhum dan keluarga yang ditinggalkan,” demikian pernyataan resmi klub.
Semasa hidupnya, Harianto pernah menjabat sebagai Manajer Persija pada periode 2006 hingga 2010. Perannya di klub ibu kota tersebut tidak terlepas dari keterlibatannya dalam pengelolaan PT Persija pada masa itu.
Meski Persija belum meraih gelar juara pada era kepemimpinannya, kontribusi dan dedikasinya tetap dikenang oleh para pemain serta jajaran internal klub. Ia dikenal sebagai sosok yang dekat dengan pemain dan memiliki perhatian terhadap perkembangan tim berjuluk Macan Kemayoran tersebut.
Ucapan duka juga disampaikan sejumlah mantan pemain. Legenda Persija, Bambang Pamungkas, menyampaikan doa melalui media sosial.
“Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Sugeng tindak Pak,” tulis Bambang Pamungkas yang akrab disapa Bepe.
Hal serupa diungkapkan oleh mantan pemain Persija lainnya, Greg Nwokolo.
“Turut berduka cita, semoga tenang di sana Pak Harianto, bos terbaik,” tulisnya.
Almarhum dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan. Sebelum prosesi pemakaman, ia yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) DKI Jakarta dilepas dengan upacara kedinasan oleh jajaran Satpol PP.
Kepergian Harianto Badjoeri meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, serta insan sepak bola Indonesia. Dedikasinya menjadi bagian dari perjalanan panjang Persija dalam kancah sepak bola nasional.




