Bukan Sekadar Telat, PAUD Tolak MBG karena Pertimbangan Keamanan Pangan

Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi perhatian.

Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi perhatian setelah sebuah PAUD memutuskan menghentikan sementara penerimaan makanan dari penyedia. Keputusan tersebut diambil dengan pertimbangan aspek ketepatan distribusi dan kualitas menu yang diterima siswa.

Pihak sekolah menyatakan, insiden keterlambatan pengiriman makanan menjadi salah satu faktor yang memperkuat evaluasi internal. Pada hari kejadian, makanan yang dijadwalkan tiba pukul 11.00 WIB baru sampai lebih dari satu jam kemudian, sementara kegiatan belajar telah selesai dan siswa sudah pulang lebih awal pada pukul 09.30 WIB.

Namun demikian, sekolah menegaskan persoalan bukan semata soal keterlambatan. Dalam beberapa kesempatan sebelumnya, mereka mengaku menemukan menu ayam yang diduga tidak dalam kondisi optimal untuk dikonsumsi. Temuan tersebut disebut terjadi berulang kali.

“Kami tidak ingin mengambil risiko terkait kesehatan anak-anak,” ujar perwakilan PAUD.

Menurut pihak sekolah, keputusan menghentikan distribusi diambil sebagai bentuk tanggung jawab terhadap keselamatan peserta didik. Mereka menilai standar keamanan pangan harus menjadi prioritas utama dalam setiap program yang menyasar anak usia dini.

Langkah tersebut kemudian memantik diskusi di ruang publik. Sejumlah warganet mendukung sikap sekolah yang dinilai mengedepankan kehati-hatian, sementara lainnya mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi dan pengawasan kualitas makanan.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak penyedia makanan terkait keterlambatan pengiriman maupun dugaan kualitas menu. Peristiwa ini sekaligus menegaskan pentingnya pengawasan ketat dalam implementasi program pemenuhan gizi bagi anak sekolah.

Tutup