Iklim Investasi Menguat, LPCK Catat Kinerja Positif di Tengah Pertumbuhan Kabupaten Bekasi
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi menetapkan target investasi tahun ini sebesar Rp73,275 triliun. Angka tersebut meningkat sekitar Rp725 miliar atau 1 persen dibandingkan target tahun sebelumnya yang sebesar Rp72,55 triliun.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, mengatakan kenaikan target tersebut mencerminkan optimisme pemerintah daerah terhadap kondisi iklim usaha yang dinilai semakin kondusif.
“Kenaikan target ini menunjukkan keyakinan kami bahwa iklim investasi di Kabupaten Bekasi semakin kompetitif dan berkelanjutan,” ujar Asep.
Ia menegaskan, peningkatan target tidak hanya berorientasi pada angka, tetapi juga dibarengi dengan perbaikan sistem pelayanan kepada investor.
“Kami terus memperkuat sistem pelayanan terpadu agar proses perizinan menjadi lebih cepat, mudah, dan efisien. Kepastian usaha menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan investor,” katanya.
Secara kinerja, hingga triwulan III 2025 realisasi investasi di Kabupaten Bekasi telah mencapai Rp61,78 triliun. Dari jumlah tersebut, Penanaman Modal Asing (PMA) berkontribusi sebesar Rp37,90 triliun, sedangkan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp23,87 triliun.
Realisasi tersebut turut menyerap lebih dari 55 ribu tenaga kerja dan menempatkan Kabupaten Bekasi sebagai daerah dengan realisasi investasi tertinggi di tingkat kabupaten/kota di Jawa Barat.
Di tengah pertumbuhan tersebut, PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) menyatakan kesiapan untuk menangkap peluang peningkatan permintaan hunian dan fasilitas komersial.
Deputy COO LPCK, Lukas Budi Setiawan, menilai pertumbuhan investasi dan penyerapan tenaga kerja menjadi indikator meningkatnya kebutuhan properti di kawasan industri dan kota mandiri.
“Kami melihat pertumbuhan investasi ini sebagai sinyal positif bagi industri properti, khususnya di kawasan terpadu seperti Lippo Cikarang Cosmopolis,” ujar Lukas.
Ia menambahkan, perusahaan berkomitmen menjaga kepercayaan konsumen melalui ketepatan waktu pembangunan dan proses serah terima unit.
“Kami fokus pada penyelesaian proyek sesuai jadwal serta memastikan kualitas produk tetap terjaga,” katanya.
Sepanjang sembilan bulan pertama tahun lalu, LPCK mencatatkan pra-penjualan sebesar Rp1,2 triliun atau setara 73 persen dari target tahunan Rp1,65 triliun. Pada periode yang sama, perseroan membukukan pendapatan Rp3,44 triliun, tumbuh 251 persen dibandingkan periode serupa tahun sebelumnya.
Kinerja tersebut ditopang oleh serah terima rumah tapak, apartemen, unit komersial, lahan industri, serta kontribusi segmen non-properti melalui pengelolaan kawasan Lippo Cikarang Cosmopolis.
Perusahaan juga mencatat EBITDA sebesar Rp363 miliar dengan margin 11 persen serta laba kotor Rp670 miliar dengan margin 19 persen, mencerminkan efisiensi operasional dan pertumbuhan usaha yang terjaga.
Dengan tren investasi yang terus meningkat dan dukungan infrastruktur kawasan, Kabupaten Bekasi diproyeksikan tetap menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi utama di Jawa Barat.





