Epstein Files Memanas, Politikus Demokrat Tuduh Trump Terlibat Kejahatan Seksual
Atmosfer politik Amerika Serikat kembali memanas setelah Anggota DPR dari Partai Demokrat, Ted Lieu, melontarkan serangan verbal keras terhadap Presiden Donald Trump. Lieu secara terbuka menyebut Trump sebagai “predator seks” dan mendesak presiden segera mengundurkan diri dari jabatannya.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul rilis dokumen terbaru terkait kasus mendiang Jeffrey Epstein, terpidana perdagangan seks anak, yang kini dikenal sebagai Epstein Files. Menurut Lieu, nama Donald Trump disebut ribuan kali dalam berkas tersebut, disertai tuduhan yang dinilainya sangat mengerikan.
Dalam konferensi pers pada Selasa (waktu setempat), Lieu yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Kaukus Demokrat mempertanyakan fokus Partai Republik yang terus menyerang mantan Presiden Bill Clinton dan Hillary Clinton. Ia menilai hal tersebut sebagai upaya mengalihkan perhatian publik.
“Mengapa Partai Republik begitu terobsesi pada Bill dan Hillary Clinton? Karena mereka mencoba mengalihkan perhatian dari fakta bahwa Donald Trump ada dalam berkas Epstein, ribuan kali,” ujar Lieu.
Ia mengklaim isi dokumen tersebut memuat tuduhan serius terhadap Trump. “Dalam berkas-berkas itu terdapat tuduhan yang sangat meresahkan, termasuk pemerkosaan terhadap anak-anak serta ancaman pembunuhan,” lanjutnya.
Tak hanya menyerang Trump secara personal, Lieu juga melontarkan kritik tajam terhadap Wakil Jaksa Agung AS, Todd Blanche. Ia menuding Blanche telah menjadikan Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) sebagai alat politik demi melindungi kepentingan presiden.
Kritik tersebut muncul setelah DOJ mencabut dakwaan terhadap dua penasihat Trump yang sebelumnya terseret dalam pusaran kasus Epstein. Menurut Lieu, pembatalan dakwaan terhadap loyalis presiden merupakan tindakan yang merusak prinsip supremasi hukum di Amerika Serikat.
Meski demikian, Departemen Kehakiman AS memberikan klarifikasi berbeda. DOJ menyatakan bahwa materi yang dikutip Ted Lieu berasal dari catatan dan laporan awal yang belum diverifikasi oleh Biro Investigasi Federal (FBI).
Dalam pernyataan resminya pada Jumat, DOJ menegaskan bahwa klaim yang melibatkan Presiden Donald Trump tidak terbukti. “Materi tersebut tidak mewakili tuduhan yang telah diverifikasi atau dibuktikan. Klaim yang melibatkan Presiden Trump adalah tidak benar,” tulis DOJ.
Hingga berita ini diterbitkan, Gedung Putih belum memberikan tanggapan resmi atas tuntutan pengunduran diri yang disampaikan Ted Lieu. Namun, polemik ini diperkirakan akan semakin memperdalam polarisasi politik di Washington menjelang agenda politik nasional berikutnya.




