Zayn Malik Terseret Epstein Files, Sikap Free Palestine Kembali Dipertanyakan
Nama musisi dunia Zayn Malik turut muncul dalam dokumen yang dikenal sebagai Epstein Files. Mantan personel grup One Direction tersebut tercantum dalam kumpulan surel yang dikirimkan kepada Jeffrey Epstein, yang belakangan kembali menjadi sorotan publik.
Dalam dokumen tersebut, Zayn Malik masuk dalam daftar sejumlah tokoh publik yang dikategorikan sebagai artis dengan pandangan anti-Israel. Klasifikasi itu tercantum dalam surel berisi draf artikel dan daftar selebriti yang disusun oleh pihak tertentu, sebelum kemudian diterbitkan menjadi artikel media.
Dokumen itu mengungkap adanya korespondensi yang memuat pembahasan mengenai selebriti yang dinilai bersikap kritis terhadap Israel. Salah satu media yang menyoroti hal tersebut adalah JNS News, yang dalam artikelnya menyinggung sikap Zayn Malik terkait konflik Israel–Gaza.
JNS News menyebut Zayn Malik secara terbuka pernah mengunggah tagar #FreePalestine melalui akun Twitter atau X miliknya pada 2014, saat konflik Israel–Gaza tengah memanas.
“Zayn Malik dari grup Inggris One Direction mengunggah tagar #FreePalestine di tengah konflik Israel-Hamas,” tulis laporan JNS News yang dikutip Daily Mail pada Selasa (3/2).
Media tersebut juga menyoroti konsistensi sikap Zayn Malik. Berbeda dengan sejumlah figur publik lain, seperti Rihanna, yang sempat mengunggah tagar serupa lalu menghapusnya, Zayn Malik disebut tetap mempertahankan unggahannya.
“Malik tidak menghapus unggahan tersebut dan tagar itu tercatat mendapat hampir 200.000 retweet,” tulis JNS News dalam laporan lanjutan.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari Zayn Malik terkait kemunculan namanya dalam dokumen Epstein Files maupun pelabelan tersebut. Kemunculan kembali arsip ini pun memicu perdebatan publik mengenai kebebasan berekspresi, sikap politik selebriti, serta konteks penggunaan dokumen lama dalam isu-isu global yang sensitif.




