Imbas Shock IHSG dan Trading Halt, Dirut BEI Lepas Jabatan

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman resmi mengundurkan diri dari jabatannya menyusul gejolak pasar saham yang dipicu keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait kebijakan free float.

Pengunduran diri tersebut disampaikan Iman pada Jumat pagi (30/1/2025), di tengah kondisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mulai menunjukkan rebound setelah sebelumnya mengalami tekanan berat.

Dalam pernyataannya, Iman menegaskan pengunduran diri itu merupakan bentuk tanggung jawab atas kondisi pasar modal yang terguncang dalam dua hari terakhir.

“Walaupun kondisi kita pagi hari ini membaik, saya ingin menyampaikan pernyataan—dan ini tidak ada tanya jawab—bahwa saya sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), sebagai bentuk tanggung jawab atas apa yang terjadi dua hari kemarin, menyatakan mengundurkan diri,” ujar Iman.

Ia berharap langkah tersebut dapat membawa dampak positif bagi stabilitas pasar modal nasional ke depan.

“Saya berharap ini yang terbaik untuk pasar modal. Semoga dengan pengunduran diri saya, pasar modal kita menjadi lebih baik. Saya percaya ini bentuk tanggung jawab, dan mudah-mudahan indeks yang pagi ini dibuka membaik akan terus membaik di hari-hari berikutnya,” lanjutnya.

Sebagaimana diketahui, IHSG dalam beberapa hari terakhir mengalami tekanan signifikan setelah keputusan MSCI terkait penilaian free float sejumlah saham. Kondisi tersebut memicu volatilitas tinggi di pasar, bahkan menyebabkan perdagangan saham dihentikan sementara (trading halt) selama dua hari berturut-turut.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari otoritas terkait mengenai penunjukan pelaksana tugas Direktur Utama BEI pasca pengunduran diri Iman Rachman.

Tutup