Di Balik Pencabutan Izin TPL, Pengamat Sebut Prabowo Kirim Pesan Politik

Menteri Kehutanan, Raja Juli.

Keputusan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mencabut izin usaha PT Toba Pulp Lestari (TPL) memicu beragam tafsir, tak hanya dari sisi lingkungan dan kehutanan, tetapi juga dari sudut pandang politik nasional.

Langkah tersebut menjadi sorotan publik lantaran kontras dengan kebijakan sebelumnya. PT Toba Pulp Lestari diketahui sempat menerima penghargaan dari Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah menilai pencabutan izin tersebut bukan keputusan administratif biasa. Ia melihat langkah Prabowo sebagai sinyal politik yang kuat terhadap kebijakan rezim sebelumnya.

“Ini bukan sekadar soal izin perusahaan. Ini operasi politik tingkat tinggi. Prabowo sedang memperlihatkan kegagalan, bahkan kebusukan, kebijakan lingkar kekuasaan Jokowi dengan cara yang elegan dan konstitusional,” ujar Amir Hamzah dalam keterangannya, Jumat (23/1/2026).

Menurut Amir, kontras antara pemberian penghargaan oleh Kementerian Kehutanan dan pencabutan izin oleh pemerintahan baru menciptakan pesan politik yang sengaja dibiarkan terbaca oleh publik.

“Kontradiksi ini disengaja untuk dibaca publik. Prabowo ingin masyarakat bertanya, bagaimana mungkin perusahaan yang diberi penghargaan justru dicabut izinnya. Dari situ publik akan menilai sendiri kualitas kebijakan dan integritas rezim sebelumnya,” jelasnya.

Ia juga menyoroti posisi Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni yang dinilai tidak lepas dari konteks politik. Status Raja Juli sebagai elite Partai Solidaritas Indonesia (PSI), partai yang selama ini berada di lingkar kekuasaan Jokowi dan Gibran, disebut membuat pemberian penghargaan tersebut sarat muatan politik.

Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari Kementerian Kehutanan maupun pihak PT Toba Pulp Lestari terkait penilaian tersebut. Namun, pencabutan izin ini dipandang sebagai salah satu langkah awal pemerintahan Prabowo dalam menata ulang kebijakan strategis di sektor sumber daya alam.

Tutup