Elon Musk Ramal Gelar Universitas Tak Lagi Relevan di Era AI
Perkembangan pesat kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dinilai akan mengubah secara drastis peta dunia pendidikan dan profesional global. Miliarder teknologi Elon Musk menyebut, gelar universitas yang selama ini menjadi tolok ukur kompetensi manusia berpotensi kehilangan relevansinya dalam beberapa tahun ke depan.
Pernyataan tersebut disampaikan CEO Tesla dan SpaceX itu dalam diskusi bersama futuris sekaligus pendiri XPRIZE, Dr. Peter Diamandis. Dalam perbincangan tersebut, Musk menyoroti kemampuan AI yang berkembang jauh lebih cepat dibandingkan proses belajar manusia, bahkan melampaui pengalaman kerja yang dibangun selama puluhan tahun.
Menurut Musk, keunggulan AI terletak pada kemampuannya mengakses, memproses, dan menyintesis pengetahuan dalam skala global hanya dalam hitungan detik. Kondisi ini, kata dia, akan membuat kualifikasi akademik, jam terbang profesional, hingga nilai ekonomi tertentu mengalami penurunan signifikan.
Ia memprediksi bahwa pada sekitar tahun 2030, keterampilan yang ditempa manusia melalui pendidikan formal dan praktik kerja selama satu dekade dapat tersaingi oleh AI yang mempelajari hal serupa hampir secara instan. Situasi ini disebut akan menggeser cara dunia menilai kompetensi dan produktivitas.
Meski demikian, Musk menegaskan bahwa kehadiran AI tidak seharusnya dipandang sebagai ancaman semata. Ia justru mendorong manusia untuk menjadikan AI sebagai alat kolaborasi. Menurutnya, kemampuan beradaptasi, berinovasi, serta memanfaatkan AI sebagai “perpanjangan otak” akan menjadi keterampilan paling krusial di masa depan.
“Perubahan terjadi jauh lebih cepat dari yang dibayangkan. Kemampuan untuk terus belajar ulang dan berinovasi dengan bantuan AI adalah kunci agar tetap relevan,” ujar Musk menutup pernyataannya.




