Vicky Prasetyo: Jadi Wanita Dikejar karena Kualitas, Bukan Gratisan
Artis Vicky Prasetyo ikut angkat bicara menanggapi konflik pernikahan siri antara seorang artis dan pengusaha yang belakangan berujung pada laporan kepolisian. Melalui sebuah video yang diunggah di media sosial, Vicky menyampaikan pandangannya dengan gaya khas yang lugas dan penuh sindiran.
Dalam pernyataannya, Vicky menyinggung sosok perempuan yang disebutnya tengah menjadi sorotan publik karena diduga hadir sebagai pihak ketiga dalam sebuah hubungan rumah tangga.
“Salam revolusi. Kali ini aku mau bicara tentang seorang wanita yang sedang ramai dibicarakan karena menjadi orang kedua, merebut kebahagiaan wanita lain dengan mengatasnamakan agama,” ujar Vicky dalam video tersebut, Senin (19/1/2026).
Lebih lanjut, Vicky mengkritik fenomena perempuan yang menurutnya kerap menempatkan diri pada posisi lemah demi mendapatkan perhatian. Ia menyebut banyak perempuan saat ini terlalu mudah menjual kesedihan dan air mata untuk menarik simpati.
“Banyak wanita hari ini lupa caranya menjadi mahal. Sibuk jualan air mata, mengemis perhatian laki-laki dengan modal drama kesedihan,” lanjutnya.
Tak berhenti di situ, Vicky juga menyampaikan pesan motivasional agar perempuan lebih menghargai diri sendiri dan membangun kualitas personal. Ia menekankan pentingnya menjadi sosok yang dihargai karena nilai, bukan dimanfaatkan karena kemudahan.
“Jadilah wanita yang dikejar karena kualitas, bukan yang dinikmati karena gratisan. Mahal itu pilihan, murah itu kebiasaan. Kalian mau pilih yang mana?” pungkas Vicky.
Pernyataan tersebut menuai beragam reaksi dari warganet. Sebagian menilai pesan Vicky relevan sebagai pengingat tentang harga diri, sementara lainnya menganggap komentarnya terlalu menyudutkan pihak tertentu di tengah konflik yang belum sepenuhnya jelas.




