Prilly Latuconsina Pilih Mundur dari Sinemaku Pictures

Prilly Latuconsina

Prilly Latuconsina mengambil langkah besar dalam perjalanan kariernya di industri film. Aktris sekaligus produser tersebut resmi mengundurkan diri dari Sinemaku Pictures, rumah produksi yang turut ia dirikan dan besarkan sejak 2019.

Keputusan itu diumumkan Prilly melalui akun Instagram pribadinya, @prillylatuconsina96, pada Senin. Dalam unggahan tersebut, ia membagikan visual bertuliskan “Aku Pamit” yang menandai berakhirnya keterlibatannya di perusahaan film tersebut.

Prilly menegaskan pengunduran dirinya tidak bersifat parsial. Ia menyatakan melepas seluruh peran yang selama ini diembannya, termasuk sebagai pemegang saham dan anggota jajaran direksi Sinemaku Pictures.

“Hari ini aku menyatakan secara resmi pengunduran diriku dari Sinemaku Pictures, baik sebagai pemegang saham maupun sebagai anggota direksi,” tulis Prilly.

Meski memilih mundur, Prilly menyampaikan penghargaan kepada para rekan pendiri Sinemaku Pictures, Umay Shahab dan Yahni Dhamayanti, serta seluruh tim yang telah bekerja bersama membangun rumah produksi tersebut. Ia juga mengapresiasi dukungan penonton yang telah menyambut karya-karya Sinemaku Pictures selama ini.

Prilly menjelaskan, keputusan tersebut lahir dari kebutuhan personal dan profesional. Ia merasa perlu memiliki ruang yang lebih luas untuk bertanggung jawab sepenuhnya atas visi serta arah kreatif yang ingin ia jalani ke depan.

Ia menekankan, langkah ini bukan bentuk perpisahan dari dunia perfilman. Sebaliknya, Prilly melihatnya sebagai fase baru untuk terus berkarya dengan pendekatan dan wadah yang lebih sejalan dengan idealismenya.

Ke depan, Prilly memastikan akan tetap aktif di industri film Indonesia. Ia berkomitmen melanjutkan perjuangan menyuarakan cerita-cerita yang diyakininya melalui jalur dan format yang berbeda.

Sinemaku Pictures sendiri dikenal sebagai rumah produksi yang konsisten menghadirkan film-film bertema emosional dan dekat dengan pengalaman penonton. Sejumlah judul populer seperti Kukira Kau Rumah, Ketika Berhenti di Sini, dan Bolehkah Sekali Saja Kumenangis lahir dari perusahaan tersebut.

Tak hanya drama, Sinemaku Pictures juga mengembangkan proyek lintas genre, termasuk horor. Beberapa karyanya bahkan mencatat prestasi nasional, salah satunya meraih rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) terkait jumlah penonton pada masa pandemi.

Langkah Prilly meninggalkan Sinemaku Pictures pun menandai babak baru dalam perjalanan kreatifnya, sekaligus menjadi sorotan di tengah dinamika industri perfilman Tanah Air.

Tutup