Polemik Laporan Pandji Pragiwaksono Mereda, Aliansi Muda Muhammadiyah dan NU Upaya Jalur Damai

Pandji Pragiwaksono (instagram @pandji.pragiwaksono).

Polemik laporan terhadap komika Pandji Pragiwaksono yang sempat dilayangkan oleh Aliansi Muda Muhammadiyah (AMM) bersama Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (AMNU) mulai mereda. Para pelapor kini membuka peluang penyelesaian damai terkait dugaan penghasutan dan penistaan agama dalam pertunjukan Mens Rea yang tayang di platform Netflix.

Sebelumnya, laporan tersebut sempat menyedot perhatian publik karena menuding Pandji menyampaikan materi sensitif yang dinilai menyinggung nilai keagamaan dan mencoreng nama baik organisasi keislaman. Namun seiring berjalannya waktu, muncul pandangan baru dari internal pelapor yang menilai dialog dan penyelesaian non-hukum dapat menjadi opsi terbaik.

Ketua Aliansi Muda Muhammadiyah, Tumada, menjelaskan bahwa pelaporan terhadap Pandji bermula dari diskusi internal organisasi. Kekhawatiran utama, kata dia, adalah potensi dampak materi tersebut terhadap persepsi publik terhadap Muhammadiyah.

“Awalnya ini berangkat dari keresahan dan diskusi internal kami terkait materi yang dianggap sensitif dan berpotensi mengganggu nama baik organisasi,” ujar Tumada dalam keterangannya.

Dalam perkembangan terbaru, Pimpinan Pusat Muhammadiyah menegaskan bahwa Aliansi Muda Muhammadiyah bukanlah organisasi resmi yang berada di bawah struktur Muhammadiyah. Penegasan ini sekaligus meluruskan persepsi publik yang sempat mengaitkan laporan tersebut secara langsung dengan Muhammadiyah sebagai institusi.

Menanggapi hal itu, Tumada menyatakan pihaknya menghormati dan tidak mempersoalkan pernyataan PP Muhammadiyah. Ia mengakui bahwa AMM memang tidak memiliki status struktural, meski mayoritas anggotanya berasal dari kalangan warga Muhammadiyah.

“AMM bukan organisasi struktural Muhammadiyah, dan kami memahami itu. Kami tidak menyalahkan pernyataan PP Muhammadiyah,” tegasnya.

Tumada juga menekankan bahwa laporan yang diajukan tidak dimaksudkan untuk menghukum Pandji Pragiwaksono secara personal. Menurutnya, seiring dinamika yang berkembang, AMM kini mengambil sikap yang lebih longgar dan terbuka terhadap penyelesaian damai.

“Laporan ini bukan bertujuan untuk memenjarakan atau menghukum Pandji, melainkan sebagai bentuk kritik dan keprihatinan. Kami terbuka jika ada jalan dialog yang lebih baik,” pungkasnya.

Dengan meredanya tensi polemik, publik kini menanti langkah lanjutan dari para pihak terkait, termasuk kemungkinan dialog terbuka untuk menyelesaikan perbedaan pandangan tanpa memperpanjang konflik di ruang publik.

Tutup