Indonesia Berzikir Jadi Ruang Konsolidasi Sosial dan Spiritualitas Sambut 2026

Ilustrasi sedang berdoa.

Yayasan Rumah Berkah Nusantara bersama Majelis Zikir Az-Zikra dan pengelola Masjid Agung At-Tin menginisiasi kegiatan Indonesia Berzikir sebagai ruang konsolidasi spiritual dan sosial menjelang pergantian tahun 2026. Kegiatan ini digelar pada 30–31 Desember 2025 di Masjid Agung At-Tin, Jakarta Timur.

Acara tersebut dihadirkan sebagai alternatif perayaan malam tahun baru yang tidak hanya menekankan aspek ibadah, tetapi juga penguatan solidaritas sosial di tengah masyarakat. Penyelenggara menilai momentum pergantian tahun dapat dimanfaatkan untuk refleksi bersama atas kondisi bangsa sekaligus memperkuat kepedulian sosial.

Ketua Panitia Pelaksana Indonesia Berzikir, Ustaz Syahruddin El Fikri, mengatakan kegiatan ini dirancang untuk mengajak masyarakat mengisi malam pergantian tahun dengan aktivitas yang berdampak langsung bagi sesama. Selain zikir dan doa bersama, rangkaian acara diisi dengan khitanan massal, santunan anak yatim, donor darah, serta diskusi edukatif.

“Indonesia Berzikir bukan sekadar kegiatan ibadah, tetapi juga gerakan sosial. Kami ingin membangun kesadaran bahwa menyambut tahun baru bisa dilakukan dengan cara yang menenangkan, mencerahkan, dan bermanfaat bagi orang lain,” ujar Syahruddin.

Sejumlah tokoh nasional dijadwalkan hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Menteri Agama Nasaruddin Umar dan Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Noor Achmad. Kehadiran para tokoh ini diharapkan memperkuat pesan persatuan dan kepedulian di tengah dinamika sosial yang berkembang.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah penggalangan empati untuk korban bencana alam di berbagai daerah. Penyelenggara membuka ruang partisipasi masyarakat untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan sebagai bagian dari rangkaian acara Indonesia Berzikir.

Perwakilan Majelis Zikir Az-Zikra, KH Muhammad Abdul Syukur Yusuf, menekankan pentingnya menjadikan pergantian tahun sebagai momen evaluasi diri. Menurutnya, refleksi spiritual perlu diiringi dengan aksi nyata dalam kehidupan sosial.

“Daripada larut dalam hura-hura, lebih baik kita memperbaiki hubungan dengan Allah dan sesama manusia. Dari situlah kualitas diri dan bangsa bisa ditingkatkan,” ujarnya.

Melalui Indonesia Berzikir, panitia berharap masyarakat memiliki pilihan perayaan tahun baru yang lebih substantif, sekaligus memperkuat nilai kebersamaan, empati, dan spiritualitas sebagai bekal memasuki tahun 2026.

Tutup