Keselamatan Jadi Alasan, Lion Air Tunda Pemulangan Jemaah Umrah dari Jeddah Hingga Dua Hari
Maskapai Lion Air kembali menjadi sorotan publik setelah menunda pemulangan jemaah umrah dari Jeddah, Arab Saudi, hingga dua hari. Penundaan tersebut terjadi pada penerbangan JT-111 rute Jeddah–Jakarta yang semula dijadwalkan berangkat pada 24 Desember 2025.
Puluhan jemaah asal Pontianak dilaporkan harus menunggu kepastian kepulangan di Jeddah bersama ratusan jemaah Indonesia lainnya. Kondisi ini menimbulkan kelelahan, terutama bagi jemaah lanjut usia, akibat penantian yang berkepanjangan selama masa kepulangan.
Menanggapi hal tersebut, Corporate Communications Strategic Lion Air, Danang Mandala Prihantoro, menegaskan bahwa penundaan dilakukan demi menjamin keselamatan penerbangan. Pesawat Airbus A330 dengan registrasi PK-LEH yang dijadwalkan mengangkut jemaah harus menjalani pemeriksaan teknis rutin sebelum dioperasikan.
Dalam proses pemeriksaan, ditemukan sejumlah komponen yang memerlukan penggantian serta penanganan lanjutan. Kondisi itu menyebabkan pesawat belum memenuhi standar kelaikan terbang sehingga tidak dapat diberangkatkan sesuai jadwal.
“Pemeriksaan teknis membutuhkan waktu tambahan dan tidak bisa diselesaikan secara instan. Lion Air memutuskan menunda penerbangan hingga pesawat benar-benar aman dan laik terbang,” ujar Danang dalam keterangan resminya.
Sebagai langkah percepatan, Lion Air mengirimkan suku cadang dari Jakarta ke Jeddah pada 25 Desember 2025 menggunakan pesawat Airbus A330 registrasi PK-LEV. Maskapai juga sempat menyiapkan opsi keberangkatan menggunakan pesawat tersebut pada hari yang sama.
Namun, dalam proses persiapan, pesawat PK-LEV juga memerlukan penanganan teknis tambahan sehingga belum dapat digunakan untuk memberangkatkan jemaah. Situasi tersebut membuat jadwal kepulangan kembali mengalami penyesuaian.
Setelah seluruh perbaikan rampung, pesawat PK-LEH akhirnya dinyatakan serviceable atau laik terbang. Lion Air kemudian menjadwalkan ulang keberangkatan penerbangan JT-111 pada 26 Desember 2025 pukul 08.00 waktu setempat, seraya menegaskan komitmen mengutamakan keselamatan penerbangan serta memberikan penanganan berupa hotel dan konsumsi bagi seluruh jemaah selama masa penundaan.





