Baju Donasi Menumpuk Tak Terurus di Aceh, Netizen: Korban Bencana Kelaparan
Sebuah video yang memperlihatkan tumpukan baju bekas donasi untuk korban bencana di Sumatera Barat dan Aceh Tamiang viral di media sosial. Dalam video tersebut, pakaian bantuan tampak berserakan dan tidak diambil, memunculkan kritik publik terkait ketepatan jenis bantuan bagi korban bencana.
Video itu menyiratkan bahwa korban bencana lebih membutuhkan bantuan mendesak berupa makanan dan uang tunai, bukan pakaian bekas. Kondisi tersebut dinilai mencerminkan lemahnya perencanaan dan distribusi bantuan di lapangan.
“Penampakan tumpukan baju donasi untuk Aceh Tamiang, berserakan tak ada yang urus,” demikian keterangan dalam video yang dikutip pada Kamis (18/12/2025).
Unggahan tersebut sontak menuai beragam komentar dari warganet. Sebagian besar menilai bantuan yang disalurkan tidak sesuai dengan kebutuhan mendesak para korban yang tengah berjuang memenuhi kebutuhan dasar pascabencana.
“Yang dibutuhkan itu makanan, mereka kelaparan,” tulis seorang netizen dalam kolom komentar. Komentar lain menilai respons pemerintah dan pihak terkait masih lambat dalam memastikan bantuan tepat sasaran.
“Pemerintah lambat banget,” tulis akun lainnya. Bahkan, ada pula warganet yang menilai kurangnya koordinasi antarlembaga membuat bantuan menumpuk tanpa pengelolaan yang jelas.
“Mana peduli pemerintah,” sahut warganet lain, menggambarkan kekecewaan publik terhadap tata kelola penyaluran bantuan bencana.
Fenomena ini kembali menyoroti persoalan klasik dalam penanganan bencana, yakni ketidaksesuaian antara jenis bantuan yang dikirim dengan kebutuhan riil korban di lapangan. Tanpa koordinasi dan asesmen kebutuhan yang akurat, bantuan berisiko tidak termanfaatkan secara optimal.
Publik pun mendorong pemerintah, relawan, dan lembaga kemanusiaan untuk memperbaiki sistem pendataan kebutuhan korban serta memperkuat koordinasi distribusi. Bantuan dinilai tidak cukup hanya berlandaskan niat baik, tetapi harus berbasis kebutuhan agar benar-benar meringankan beban korban bencana.





