Seorang Turis Joget di Candi Borobudur, Umat Buddha Protes
Sebuah video viral memperlihatkan seorang perempuan berambut pirang berjoget di area Candi Borobudur, memicu sorotan publik dan kecaman dari berbagai pihak.
Bhante Ditthisampanno, seorang mahathera asal Indonesia, menegaskan bahwa aksi tersebut tidak mencerminkan perilaku yang sesuai bagi umat Buddha. “Perilaku ini jelas tidak pantas dan tidak mewakili nilai-nilai yang dianut umat Buddha,” ujarnya.
Pihak pengelola Taman Wisata Candi Borobudur juga menyampaikan permohonan maaf atas viralnya video tersebut. Mereka menegaskan bahwa kejadian itu tidak sesuai dengan aturan dan tata tertib yang berlaku di kawasan cagar budaya tersebut.
“Kami berharap peristiwa ini menjadi pelajaran bagi semua pengunjung untuk selalu menjaga kesopanan dan menghormati Candi Borobudur,” ujar juru bicara pengelola.
Video yang beredar menunjukkan pengunjung mengenakan pakaian terbuka dan melakukan gerakan joget di atas arca dan anak tangga candi, yang menimbulkan kritik dari masyarakat dan pecinta budaya.
Taman Wisata Borobudur menekankan pentingnya edukasi pengunjung, terutama wisatawan asing, agar memahami nilai sejarah dan budaya candi yang merupakan situs warisan dunia UNESCO.
Selain itu, pihak keamanan setempat kini meningkatkan pengawasan di beberapa titik strategis untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.
Kejadian ini menjadi peringatan bagi wisatawan agar selalu menghormati aturan yang berlaku dan menjaga kelestarian warisan budaya nasional, termasuk saat mengabadikan momen di media sosial.





