Pabrik Tas Dior di Italia Terbongkar Eksploitasi: Biaya Produksi €53, Dijual €2.600

Tas Dior

Kemewahan brand fashion Dior kembali menjadi sorotan setelah otoritas Italia mengungkap kesenjangan ekstrem antara biaya produksi dan harga jual tas mewah perusahaan tersebut. Temuan ini disampaikan dalam laporan investigasi resmi di Milan yang menyeret rantai pasokan rumah mode internasional itu.

Penyelidikan menemukan bahwa pembuatan satu tas Dior hanya menelan biaya sekitar €53 (US$57) untuk proses perakitan yang dilakukan oleh pemasok lokal. Padahal, produk yang sama dijual di butik Dior dengan harga mencapai €2.600 (US$2.800).

Skandal tersebut langsung memicu reaksi publik dan mempertanyakan transparansi serta etika bisnis rumah mode mewah yang selama ini menonjolkan citra eksklusif.

Namun, persoalan tidak berhenti pada isu margin keuntungan semata. Penyelidikan mengungkap praktik ketenagakerjaan yang dianggap sangat memprihatinkan. Para pekerja yang merakit tas Dior disebut terdiri dari pekerja migran tanpa dokumen, dengan kondisi kerja yang tidak manusiawi.

Mereka disebut bekerja dalam jam kerja panjang, tinggal dan tidur di dalam ruang produksi, menerima upah sangat rendah, serta minim perlindungan keselamatan.

Otoritas Italia langsung mengambil tindakan tegas dengan menyita fasilitas produksi yang diduga melakukan praktik eksploitasi tersebut. Langkah ini merupakan bagian dari kampanye besar pemerintah Italia untuk menertibkan rantai pasokan industri fashion, terutama merek-merek global yang kerap mengandalkan pemasok lokal namun mengabaikan standar perlindungan tenaga kerja.

Insiden ini membuka kembali perdebatan mengenai bagaimana bisnis mode mewah beroperasi di balik citra glamor yang ditampilkan. Pemerintah Italia menegaskan akan memperluas penyelidikan untuk memastikan seluruh pemasok brand global mematuhi aturan ketenagakerjaan dan standar etis yang ditetapkan negara.

Tutup