Kondisi Hunian Arthera Hill Memperhatinkan Usai Banjir Melanda: Kementerian PKP dan Bupati Bekasi Buka Suara
Hunian Arthera Hill di Desa Jayasampurna, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi terus menjadi sorotan publik usai banjir terus melanda. Terbaru, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait untuk membuat pengaduan secara resmi.
Maruarar mengatakan pengaduan dapat disampaikan melalui kanal resmi BENAR-PKP yang disediakan oleh Kementerian PKP. Setelah aduan diterima, dirinya akan memerintahkan jajaran teknis untuk menindaklanjuti.
“Nanti akan saya perintahkan Pak Dirjen untuk meninjau,” ucap dia.
Sementara itu, Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang, menegaskan bahwa penanganan banjir di Perumahan The Arthera Hill Ekstension, Desa Jayasampurna, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, sepenuhnya masih menjadi tanggung jawab pihak pengembang.
“Resapan airnya tidak ada, jadi kita sebagai pemerintah harus lebih fokus kepada pengembang. Bagaimana pengembang ini bertanggung jawab atas kesalahan pembangunan rumah yang sudah dipasarkan ke masyarakat. Karena kan perumahan tidak gratis, mereka beli dan pengembang sifatnya bisnis,” ujar Ade belum lama ini.
“Kalaupun kita bantu, mungkin bisa dibantu tetapi ini gak bakal selesai. Sedangkan banjir di situ itu hampir semua bangunan rumah terdampak. Ketika banjir meliputi semua bangunan, kerusakannya itu fatal dibandingkan dengan rumah yang hanya terkena banjir satu meter atau di bawah satu meter,” jelasnya.
Selain itu, Ade menyoroti minimnya laporan intensif dari dinas terkait mengenai penananganan bencana banjir di Perumahan Arthera Hill. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan mengupayakan audiensi dengan pihak pengembang untuk mencari solusi atas masalah ini.
“Kedepan kita akan lebih fokus kepada pengembangnya. Kita akan audiensi agar mereka bertanggung jawab atas dampak yang ditimbulkan. Karena ini menyangkut kenyamanan dan keamanan masyarakat yang tinggal di sana,” tutup Ade.
Ditempat terpisah, Ketua Paguyuban Warga Arthera Hill Gervirio Ezra Lolowang menyambut baik perhatian Menteri PKP. Ia menyatakan kesiapan untuk segera mengajukan laporan resmi.
“Saya bersyukur kalau ada perhatian dari Pak Menteri. Tujuan kami supaya masalah banjir bisa teratasi. Dan kami akan bersurat ketika ada arahan Pak Menteri,” katanya.
Pihaknya juga telah menyampaikan aspirasi terkait permasalahan banjir tersebut kepada Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi. Pertemuan awal itu hanya berlangsung satu jam dan sebatas menyampaikan aspirasi.
“Nanti infonya kami akan diundang kembali oleh Komisi III. Jadi agenda lanjutan rapat dengar pendapat di mana dihadiri owner pengembang dan para dinas terkait,” katanya.
Kemudian, Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi Syaiful Islam membenarkan bahwa pertemuan awal dengan warga Perumahan The Arthera Hill Ekstension masih dalam tahap penjaringan informasi.
“Kami baru sebatas mendengarkan. Akan diagendakan untuk RDP (rapat dengar pendapat) yang akan dihadiri para dinas terkait, warga dan pengembang yang memang harus dihadiri pemimpin perusahaan supaya ada kebijakan pasti terkait masalah banjir,” katanya.
Diketahui, Perumahan Arthera Hill menjadi sorotan setelah diterjang banjir sebanyak enam kali dalam kurun waktu satu tahun sejak dibangun pertengahan tahun 2024. Banjir dengan ketinggian mencapai tiga meter memaksa sebagian besar warga meninggalkan rumah karena tidak mampu menanggung dampak.




